Jambi- COVID-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus.Data covid-19 12 desember 2020 menunjukkan kasus yang terkonfirmasi berjumlah 611,631 kasus dan 501,376 pasien sembuh dan untuk  kasus kematian sebanyak 18,653 jiwa. Pandemi yang melanda dunia dan juga Indonesia ini membuat kepanikan ditengah masyarakat dalam pertahanan kesehatan.


Sebuah penelitian telah dilakukan oleh penulis dibawah bimbingan ibu apt. jelly permatasari dan ibu apt. Indri Meirista, M.Sc pada salah satu mayarakat di kecamatan Kota Jambi.  Melalui observasi diketahui masyarakat melakukan upaya mandiri agar dapat menjaga daya tahan tubuh untuk tujuan terhindar dari serangan virus covid-19 salah satunya dengan mengkonsumsi baha alam. 


Penelitian dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga dan melakukan wawancara menggunakan kuesioner yang telah di validasi. Di lapangan peneliti tetap mematuhi protokol kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis bahan alam yang digunakan, sumber dan frekuensi penggunaan. 


Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat mengalami demam dalam kurun waktu akhir 2019 sampai dengan Januari 2020 seiring merebaknya wabah Covid-19. Sebanyak 54% masyarakat memanfaatkan temulawak untuk menjaga kesehatan di masa pandemi, dengan sumber berasal dari tanaman sekitar dan dengan membeli. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan jahe, kunyi dan madu. Frekuensi konsumsi dua kali sehari dengan durasi rata-rata lebih dari tiga hari.


Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi instansi terkait dalam edukasi pemanfaatan bahan alam yang benar dalam menjaga kesehatan tubuh selama masa pandemi Covid-19 bagi masyarakat agar masyarakat dapat memperoleh manfaat secara tepat. Khususnya bagaimana cara mengolah temulawak yang benar dan tepat untuk kesehatan.