Kuala Tungkal, Khamparan.com - Turnamen Bola Voli Putra dan Putri dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi berakhir. Partai final sekaligus penutupan berlangsung di Lapangan Voli depan Gedung Petro Berkah, Senin (10/08).
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menutup langsung turnamen yang mendapat sambutan antusias masyarakat. Ratusan penonton hadir menyaksikan pertandingan final sekaligus memberikan dukungan kepada para pemain.
Pada kategori putra, Betara berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menghadapi Star Ful Pengabuan pada partai final. Betara meraih trofi dan uang pembinaan sebesar Rp2 juta, sedangkan Star Ful Pengabuan sebagai juara kedua memperoleh uang pembinaan Rp1 juta.
Sementara di kategori putri, Sungai Rambai, Kecamatan Senyerang, berhasil menjadi juara pertama. Diamond menempati posisi kedua. Sungai Rambai mendapatkan trofi dan uang pembinaan Rp2 juta, sementara Diamond memperoleh uang pembinaan Rp1 juta.
Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi, menjunjung sportivitas, dan menggali bibit-bibit atlet voli dari Tanjung Jabung Barat,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut menjadi poin penting. Sebab, jika turnamen memang diarahkan untuk menggali bibit atlet, maka pekerjaan pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga tidak selesai ketika pertandingan final berakhir.
Justru setelah kompetisi selesai, tantangan sebenarnya dimulai.
Pemain-pemain yang tampil menonjol perlu dipantau dan mendapatkan ruang pembinaan lebih lanjut. Talenta yang muncul dari turnamen antarkecamatan maupun antarklub akan sulit berkembang maksimal jika tidak diikuti latihan rutin, kompetisi berjenjang, pelatih yang memadai serta program pembinaan yang konsisten.
Di sinilah harapan Bupati agar kegiatan olahraga dilaksanakan secara berkelanjutan perlu mendapat perhatian serius.
Turnamen semacam ini merupakan langkah positif karena memberi ruang bagi atlet lokal untuk berkompetisi. Namun, prestasi olahraga tidak lahir hanya dari satu pertandingan atau satu agenda tahunan.
Juara lahir dari kompetisi, tetapi prestasi besar dibangun melalui pembinaan yang panjang.
Karena itu, pemerintah daerah bersama KONI dan stakeholder olahraga perlu menjadikan turnamen tersebut sebagai salah satu pintu masuk menuju sistem pembinaan atlet yang lebih terarah.
Potensi sebenarnya sudah terlihat. Antusiasme masyarakat terhadap pertandingan juga cukup besar. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola agar tidak berhenti sebagai hiburan dalam rangkaian perayaan HUT RI dan hari jadi daerah.
Pembinaan yang serius juga akan memberikan kesempatan kepada atlet muda Tanjung Jabung Barat untuk membawa nama daerah pada kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.
Penyerahan trofi, piagam dan uang pembinaan kepada para pemenang menjadi penutup turnamen. Namun bagi atlet yang memiliki potensi, kemenangan tersebut seharusnya menjadi awal perjalanan, bukan garis akhir.
Apresiasi sudah diberikan. Kompetisi sudah digelar. Kini saatnya prestasi dibangun lebih serius.
Turnamen HUT ke-61 Tanjab Barat diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari langkah panjang untuk membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan membanggakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
