Khamparan.com - Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto ikut mengenang sosok Azyumardi Azra. Menurut Ketua DPD PDI-P Jambi itu, Prof Azra memiliki pengaruh besar bukan hanya di Indonesia, namun juga di negara lain.

"Kita kehilangan sosok cendekiawan muslim yang hidupnya selalu menebarkan Islam yang rahmatan lil 'alamin," kata Edi Purwanto, Senin (19/9/2022).

"Beliau selalu menjadi garda terdepan untuk merawat, menjaga serta menegakkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Selamat jalan Prof, semoga Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keihlasan serta ketabahan," ujar Edi Purwanto.

Selain Edi Purwanto, Wakil Ketua DPRD Jambi Pinto Jayanegara juga ikut memberikan rasa dukanya atas kepergian Prof Azra. Bahkan Pinto juga mengenang bahwa Prof Azra adalah sahabat dari ayah kandungnya.

"Prof Azyumardi adalah sahabat dari ayah saya sejak mahasiswa. Almarhum juga pernah menulis catatan pada sampul belakang novel ayah saya yang berjudul Kabut Zaman (2011). Saat ini Indonesia sangat kehilangan seorang intelektual terkemuka," kata Pinto

Pinto menyebutkan jika hubungan ayahnya yakni Antony Z Abidin dan Prof Azra adalah sahabat semasa mahasiswa. Bahkan dengan wafatnya Prof Azra ikut dikenang olehnya.

"Selamat jalan Prof Azyumardi," ujar Pinto.

Azyumardi Azra meninggal dunia di rumah sakit di Malaysia, Minggu siang waktu setempat. Azyumardi berpulang setelah sempat dirawat sejak Jumat (16/9) akibat gangguan kesehatan saat melakukan kunjungan kerja ke Malaysia.

Jenazah Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra bakal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Waktu pemakaman masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak keluarga.

Perlu diketahui pula, pada tahun 2010, Prof Azra merupakan tokoh pertama di Indonesia yang mendapat gelar 'Sir' dengan titel 'Commander of the Order of British Empire', sebagai gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Ia juga mendapatkan penghargaan 'Order of Rising Sun: Gold and Silver Star', dari Kaisar Jepang, tahun 2017.

Meninggalnya Prof Azra ini sempat dikabarkan akibat sesak napas dan dinyatakan COVID-19. Dia lalu dirawat di sebuah rumah sakit di Malaysia.