JAMBI - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H, mengemukakan Pemerintah Provinsi Jambi mendorong Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pariwisata dan tim ahli secepatnya menyusun strategis untuk menyiapkan Geopark Merangin menuju Unesco Global Geopark (UGG). Pernyataan ini dikemukannya saat, memberikan arahan pada rapat Proggres Persiapan Geopark Nasional Merangin Jambi menuju Unesco Global Geopark (UGG), bertempat di resort Rumah Kito, Mayang, Jum’at (01/10). 

"Untuk itu kita harus terus membenahi tahapan- tahapan yang dibutuhkan Unesco untuk segera dilengkapi. Dan ketika tim penilai Unesco turun, kita sudah menyiapkan semua, apa yang mereka inginkan. Geopark Merangin yang sudah resmi ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional, kini melangkah maju UGG, untuk itu Pemerintah Provinsi Jambi mendukung Kabupaten Merangin menggelar rapat untuk membahas permasalahan- permasalahan sebagai rencana aksi dalam percepatan pengembangan Geopark Merangin Menuju UGG. Kita perlu mempersiapkan segala kajian baik dari sisi sejarah, budaya, seni, sosial, ekonomi hingga kearifan lokal dalam pengelolaan Geopark," ujar Al Haris. 

“Geopark adalah taman bumi atau nilai sejarah yang historis yang terdiri fosil-fosil dan lempengan fragmen bumi tertua di dunia, serupa dan bahkan seusia dengan bebatuan yang ada di situs bersejarah di Cina. . Diperkirakan berumur 300 juta tahun lebih. Ini merupakan barang langka dan unik, serta menarik ini perlu menjadi nilai sesuatu ekonomi bagi masyarakat sekitar, dengan kita jadikan objek wisata dengan menarik wisatawan datang akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat bisa menambah penghasilan, kita bisa jual budaya , kuliner dan sebagainya dan akan menambah pemasukan bagi daerah," sambung Al Haris. 

Dikatakan Al Haris, bahwa sebenarnya pada tahun 2014 sudah diusulkan menjadi Geopark dunia. 

"Namun pakar geopark dari Unesco, Prof. Guy Martini menilai Geopark Merangin masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Unesco. Guy menilai belum ada batasan kawasan yang jelas dari Geopark tersebut. Belajar dari situ, dari para ahli dan pakar mari kita siapkan apa yang dibutuhkan oleh tim Unesco itu, dari sekaranglah kita tata dan kita lengkapi apa yang diinginkan,” papar Al Haris.

"Sesuai saran dari Unesco, Kawasan Geopark Merangin terlalu luas perlu pendataan yang benar kapan perlu di diperkecil meskipun sebenarnya potensi Geopark Merangin lebih dari itu, walaupun masih banyak yang perlu dipersiapkan oleh Kabupaten Merangin. Infrastruktur dan sarana penunjang masih kurang memadai, pembinaan masyarakat setempat untuk melayani wisata yang datang perlu dipersiapkan," lanjutnya.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Dr. Sri Purnama Syam menyampaikan bahwa Geopark merupakan salah satu solusi alternatif permasalahan kekayaan alam dan budaya untuk membangkitkan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan.

”Geopark Merangin Jambi sudah layak menjadi Unesco Global Geopark, karena memiliki situs warisan geologi tertua di asia (Air Batu dsk). Merupakan kantong budaya prasejarah Indonesia (Tiongkok-Serampas). Rumah bagi spesies kunci berstatus Endangered (IUCN), dan Tropical Rainfrest Heritage of Sumatera TNKS,” ujar Plt. Kadis.

(*Med)