Khamparan.com - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada level 5 persen pada tahun 2026. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2026 yang menyoroti berbagai tantangan dan peluang perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, didukung oleh stabilitas makroekonomi dan aktivitas ekonomi domestik yang relatif terjaga.

Meski demikian, Bank Dunia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan investasi jangka panjang.

Lembaga tersebut menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen masih tergolong stabil, namun diperlukan berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkualitas. Penguatan investasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta reformasi struktural dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Bank Dunia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan fiskal dan meningkatkan efektivitas belanja pemerintah agar dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut laporan tersebut, tantangan terbesar Indonesia ke depan bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengurangan kemiskinan.

Bagi daerah yang bergantung pada sektor komoditas, termasuk wilayah penghasil perkebunan dan perikanan, perkembangan ekonomi nasional tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi aktivitas usaha, investasi, serta daya beli masyarakat.

Laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat, namun membutuhkan percepatan reformasi dan peningkatan investasi produktif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sumber: Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2026, Bank Dunia